Djarot Minta Puskemas di Jakarta Ikut Fokus Tangani HIV dan Gizi Buruk




Djarot Minta Puskemas di Jakarta Ikut Fokus Tangani HIV dan Gizi Buruk
Jum’at, 14 Oktober 2016 , 00:34:00 WIB

Laporan: Dody Pranowo







  

Berita Metropolitan. Wakil Gubernur DKI, Djarot Saiful Hidayat, meminta Puskesmas Kecamatan untuk fokus pada penanganan HIV/AIDS dan gizi buruk di Jakarta.


“Puskesmas ini, saya minta fokus pada penanganan beberapa bidang. Tapi kita kasih perhatian atau fokus untuk penanganan HIV/AIDS dan gizi buruk ditata dengan baik,” kata Djarot, saat menyambangi Puskesmas Sukapura, Cilincing, Kamis (13/10).


Dalam mewujudkan hal itu, kata Djarot, Puskesmas Kecamatan tidak bisa bekerja sendiri, tanpa didukung Puskesmas Kelurahan, aparat kelurahan, serta RT dan RW.


“Agar dapat memantau kondisi kesehatan warga Jakarta, Puskesmas harus mulai membangun database kesehatan pasien. Sehingga saat penderita HIV/AIDS mau berobat ke puskesmas lain, data pasien tersebut sudah terintegrasi dalam satu base data,” katanya.


Bagaimanapun juga, tambah Djarot, puskesmas harus mempunyai data base yang cukup untuk menangani pasien, terutama HIV/AIDS. Karena penderitanya itu bisa sangat mobile, jadi bisa terlacak.


Sebab, ketika seseorang terkena HIV, maka ia harus secara kontinyu mengkonsumsi pil HRv. Ketika berobat di Puskesmas, maka penderita HIV bisa mendapatkan pil tersebut gratis.


“Pil HRv itu gratis semua. Seumur hidup dia. Karena begitu kena HIV/AIDS, dia harus minum pil itu seumur hidup. Masyarakat seperti inikan tanggungjawab kami. Jangan samapi kena HIV/AIDS dan gizi burulk. Kalau terkena keduanya, SDM kita akan merosot kualitasnya,” terangnya.


Rencana perekaman kesehatan warga Jakarta dalam satu database kesehatan, menurutnya akan dilakukan Dinas Kesehatan DKI kedepan. Sehingga setiap warga yang berobat ke puskesmas atau rumah sakit mana pun, dokternya sudah tahu riwayat kesehatan pasien. [prs]


Komentar Pembaca




0 Response to "Djarot Minta Puskemas di Jakarta Ikut Fokus Tangani HIV dan Gizi Buruk"

Posting Komentar