Media Online Antara – Wakil Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) kubu Romahurmuziy, Arwani Thomafi menyindir sikap Ketua DPP Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Desmond J Mahesa lebay, karena menuding terpilihnya Komjen (Pol) Budi Gunawan (BG) sebagai Kepala Badan Inteligen Negara (BIN) untuk mengamankan Jokowi di Pilpres 2019.
“Menurut saya terlalu berlebihan (lebay) lah kalau menganggap BG untuk kepentingan pilpres mendatang,” sindir Arwani kepada wartawan seusai diskusi di Gedung DPR, Jakarta, kemarin.
Sebagai pejabat publik, seorang anggota DPRharusnya mempunyai pandangan yang baik terhadap pejabat yang dipilih oleh Presiden Jokowi, bukan malah menuding yang tidak selayaknya.
![]() |
| Jokowi – Budi Gunawan |
“Terlalu jauh berpikiran seperti itu. Lebih pas kita mendorong agar pejabat pemerintah mengedepankan profesional daripada menuduh yang tidak-tidak,” katanya.
Sebagai pejabat di Kepolisian, ujar Arwani, BG mempunyai kemampuan sebagai kepala BIN dan juga mempunyai profesionalitas yang tinggi dalam menjalankan tugas dan fungsinya daripada kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.
“Saya kira sekelas Pak BG profesionalitas akan dijunjung tinggi dan saya yakin tidak ada blok-blokan,” ujarnya.
Soal pendapat jika selama ini BIN hanya sebatas pemadam kebakaran dan sering kecolongan, menurut Arwani, sistem koordinasi dan komunikasinya harus ditingkatkan lagi. Tak hanya itu, BIN yang baru juga harus membuat perencanaan di dalam menjalankan tugas dan fungsinya lebih baik. “Kita menaruh harapan yang besar terhadap BIN yang baru,” katanya.
Senada, Ketua DPP Partai Hanura yang juga anggota Komisi I Arif Suditomo mengatakan, tidak ada kaitannya antara dipilihnya BG sebagai Kepala BIN oleh Presiden Jokowi dengan Pilpres 2019. “Saya pikir itu harus dibuktikan, apalagi 2019 masih lama. Hingga 2019 nanti tantangan kita juga masih banyak,” katanya.
Mantan presenter berita ini juga berharap isu tersebut tidak dibicarakan saat ini. Apalagi masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan dibanding membahas Pilpres 2019.
“Yang dekat dulu kita lihat, yang terdekat dulu lah kita awasi, 2019 masih panjang,” pungkasnya.
Sebelumnya, Politikus Partai Gerindra Desmond Mahesa menilai bahwa keterlibatan BG saat pemilihan presiden lalu untuk mendukung Jokowi menjadi pembelajaran yang menarik. Hal tersebut menurutnya bisa menjadi cermin bahwa BG juga akan mengamankan posisi Jokowi di Pemilu mendatang.
loading…
Source link

0 Response to "Fitnah teros bray! Gerindra makin lama makin lebay aja neh, Wowo sehat kah?"
Posting Komentar