Kalau mau adu semut aja noh, jangan Bu Susi dan Pak Luhut yang di adu!!



Media Online Antara – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti beda pendapat dengan Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan terkait pengelolaan kawasan sentra perikanan Natuna dan terkait kebijakan reklamasi.


Menteri Susi menyetujui moratorium pembangunan proyek reklamasi di Pantai Utara Jakarta, sebelum akhirnya keputusan moratorium dinihilkan oleh Menko Maritim yang baru Luhut Pandjaitan.


Namun, ketika ditanya soal perseteruan antara dirinya dengan Menko Luhut, usai menjadi pembicara dalam seminar sesi kedua Road To HPN 2017, Susi mengatakan, kabinet kerja tak boleh gaduh, sehingga ia tak ingin terkesan “berkelahi” dengan Menko Luhut.




Bu Susi dan Luhut
Bu Susi dan Luhut

“Jangan adu-adu saya dengan Pak Luhut. Kami di Kabinet tak boleh gaduh, kan Pak Luhut sudah bilang,” ujar Susi di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis, (22/9).

Selain perihal reklamasi, Menteri Susi berseberangan dengan Menko Luhut soal kawasan perairan Natuna. Susi menolak jika kawasan industri perikanan Natuna melibatkan investor asing dalam penangkapan ikan. Sementara, Luhut ingin melibatkan investor asing dalam pengembangan industri Natuna. Dia bahkan mempromosikan Natuna di Negeri China secara langsung, saat mengunjungi China bersama Presiden Jokowi.


Susi mengatakan, bahwa isi laut Indonesia itu sudah diketahui semua oleh negara-negara luar. Melalui pencitraan satelite, kandungan ikan di laut Indonesia bisa di ketahui oleh banyak negara. Lantaran itu, Susi mengaku heran, kenapa Indonesia harus mempromosikan potensi ikan Indonesia ke negara-negara asing.


“Kenapa kita tawar-tawarkan lagi kepada mereka untuk investasi. Itu Negara China sudah lebih tahu isi laut Natuna, di laut kita dimana-mana juga,” sindirnya.






loading…



0 Response to "Kalau mau adu semut aja noh, jangan Bu Susi dan Pak Luhut yang di adu!!"

Posting Komentar