Gede Pasek Semprot Pengamat Politik yang Lecehkan Anak SBY




Berita Metropolitan – Mantan politisi Partai Demokrat, I Gede Pasek Suardika tampak geram dengan sikap pengamat politik senior Ikrar Nusa Bhakti yang menilai, Agus Harimurti Yudhoyono adalah anak ingusan yang sok ingin berkarir di ranah politik.




Melalui kultwitnya, Gede Pasek sangat menyayangkan analisa Ikrar yang dianggapnya terlalu arogan. Bahkan saking geramnya, anggota DPD RI tersebut menilai banyak pengamat politik yang saat ini yang melacurkan kemampuan intelektualnya demi kepentingahn politik praktis.


“Banyak pengamat sbnrnya berposisi sbg tim sukses tersamar. Tugasnya galang opini sayang terkesan intelektualnya dilacurkan,” kicau Gede Pasek di akun Twitternya, Sabtu (24/9/2016).


Tentang sosok Agus Harimurti, Gede Pasek mengatakan jika dirinya sangat menaruh simpatik dan hormat. Ia menilai Agus adalah sosok yang memiliki kemampuan intelektual tinggi, walaupun sejatinya, dirinya lebih sering berseberangan dengan sikap politik ayah Agus, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).


“Sy banyak berseberangan dg SBY, tetapi dg Mas Agus saya respek dan kagum sejak dulu. Anak muda berprestasi intelektual diatas rata-rata,” kicaunya.


Apalagi dikatakan Gede, di usia semuda itu Agus sudah mendapatkan penghargaan Adhi Makayasa. Dan dengan prestasinya itu tidak bisa dianggap sebagai anak ingusan seperti yang dikatakan Ikrar.


“Di usia sudah diatas 30 thn dan jelang 40 th, peraih Adhi Makayasa dianggap ingusan. Sebuah arogansi intelektual Timses yg lepas kontrol,” tegasnya.


Lebih lanjut, senator asal Bali tersebut mengingatkan Ikrar bahwa pendidikan yang dijalani Agus selama ini tidak bisa dianggap sebelah mata. Pendidikan militer di Indonesia sampai ke Amerika pun juga tidak bisa bisa dianggap sebelah mata.


“Pakar itu lupa, kalau kadar intelektual dan pelatihan yg selama dijalani Mas Agus itu sudah sangat matang.Banyak anak muda jg berkualitas,” katanya.


“Menyatakan anak ingusan sama dg menghina sistem di TNI, sama dg menghina sekolah Nanyang University dan Harvards tempat Mas Agus dididik,” sambungnya.


Lebih lanjut, Gede mengingatkan agar Ikrar tidak mudah merendahkan orang lain dengan istilah anak ingusan, hal ini dikatakan Gede lantaran banyak generasi muda Indonesia yang memiliki kualitass baik.


“Menyatakan anak ingusan seakan hanya dirinya saja yg sudah tidak keluar ingus. Banyak anak muda berprestasi dan waktu lah yg mengujinya,” tukasnya.


Gede mengaku memiliki kebanggaan terhadap seluruh kandidat calon Gubernur dan wakil Gubernur DKI Jakarta saat ini. Ia menilai anak muda yang maju dalam pertarungan politik di DKI1 tersebut memiliki kualitas yang matang.


“Saya bangga dengan ketiga calon yang sama-sama punya kualitas untuk berkompetisi. Jangan remehkan anak muda mentang-mentang pakar,” tuturnya.


Namun masih terkait dengan sikap merendahkan yang dilakukan Ikrar, Gede mengatakan jika sikap Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) tersebut sangat memalukan.


“Sekali lagi, sbg orang yg berasal berkarir dari organisasi anak muda, sy merasa komunikasi pakar dg meremehkan anak muda itu memalukan,” tuturnya.


Diketahui, seperti yang dirilis oleh JPNN, pada hari Jumat (23/9/2016) kemarin, Ikrar menilai jika sosok Agus Harimurti Yudhoyono tidak bisa dijadikan panutan, dan menyebut Agus masih dianggap anak ingusat.


“Buat saya ngaco aja sih. Dia mau jadi panutan. Panutan apa anak masih ingusan gitu?,” kata Ikrar.


“Apa warga Jakarta memercayai pengelolaan Jakarta dengan seorang yang masih berpangkat mayor?,” lanjutnya. [mib]




0 Response to "Gede Pasek Semprot Pengamat Politik yang Lecehkan Anak SBY"

Posting Komentar