Tolak Reklamasi Teluk Benoa, FoBALI di Jakarta Gelar Aksi di Bundaran HI




Berita Metropolitan – Aksi solidaritas dari Jakarta ForBALI yang diselenggarakan pada Minggu (25/9/2016) pagi di Bunderan Hotel Indonesia, mengundang banyak simpati warga Jakarta yang sedang berolahraga, salah satunya dengan bernyanyi bersama “Bali Tolak Reklamasi”.




Aksi ini merupakan upaya dari memperingati 110 tahun Puputan Badung, Pasabayan Desa Adat/Pakraman Bali Tolak Reklamasi, bersamaan dengan penyelenggaraan Kirab Bendera Merah Putih.


Humas Jakarta ForBALI, Saras Dewi, menilai makna dari kegiatan ini adalah bentuk salah satu penghormatan masyarakat adat dan masyarakat lokal Bali. Dalam konteks kekiniannya yakni makna dari semangat Puputan Badung untuk mewujudkan nasionalsime penyelamatan sumber daya alam Indonesia dari berbagai eksploitasi berlibihan.


“ForBALI ini tidak anti dalam pembangunan, tapi kami menolak pembangunan yang jelas-jelas menimbulkan banyak persoalan, yang Amdalnya tidak sesuai dengan koridor-koridor berlaku, banyak kecurangan. Itu yang kami tolak,” ujar Saras Dewi saat ditemui Berita Metropolitan di Jakarta.


forbali-di-bundaran-hi


Wanita yang berprofesi sebagai dosen filsafat di Universitas Indonesia ini menambahkan, bila Reklamasi di Teluk Benoa tetap berlangsung, maka bencana alam akan lebih sering terjadi. Salah satu yang ia contohkan adalah bencana seperti banjir yang terjadi di Garut, Jawa Barat. Hal ini lantaran ada lahan terbuka yang seharusnya diperuntukan untuk lahan terbuka hijau malah dibuka untuk pembangunan.


“Persoalan banjir yang di Garut, setelah diusut juga wilayah-wilayah pembukaan lahan yang seharusnya tidak dibuka, harusnya menjadi lahan terbuka hijau, itulah yang terjadi ketika kita melakukan pembangunan yang tidak memikir konservasi-konservasi. Khususnya adalah bencana ekologi yang terjadi,” pungkasnya.


“Ini juga suatu perjuangan untuk mempertahankan wilayah ekologi, dimana kalau terjadi reklamsi yang seluas 700 hektare di area ini (Teluk Benoa -red), maka apa yang terjadi. Tentunya adalah persoalan yang bagitu banyak di kalangan masyarakat setempat, seperti banjir. Yang sekarang saja mereka sudah menderita banjir setiap curah (hujan) tinggi, yakni saat (banjir) rob atau saat air laut naik. Jadi mereka sudah cukup menderita cukup berat, dikarenakan pembangunan di Bali Selatan, yang tidak terbentuk dengan baik,” tegas Dewi. [fq]




0 Response to "Tolak Reklamasi Teluk Benoa, FoBALI di Jakarta Gelar Aksi di Bundaran HI"

Posting Komentar