
Pimbie.com – Apakah kebakaran hutan akan terjadi lagi tahun ini? Jawabannya, YA! Kebakaran hutan pasti akan terjadi lagi. Sekarang pun kebakaran sudah terjadi.
Lima Hektar Lahan Gambut Terbakar, Kubu Raya Dilanda Asap Pekat. Bahkan hari ini muncul titik api dengan jumlah lumayan banyak, Belum Merdeka, Pulau Sumatera dijajah 365 Titik Panas.
Lahan gambut memang sulit menghindari terjadinya kebakaran hutan. Jadi jangan berharap kebakaran hutan akan hilang sama sekali. Jadi pertanyaan yang betul seharusnya adalah; Apakah kebakaran hutan besar seperti tahun lalu akan terulang?
Disinilah akan teruji sejauh mana keberhasilan program Jokowi dalam mencegah dan menanggulangi kebakaran hutan.
Kami sendiri cukup optimis dengan keberhasilan program pemerintahan Jokowi dalam mencegah dan menanggulangi kebakaran hutan. Optimisme ini bukan tanpa dasar. Sebab respon aparat terhadap munculnya titik api jauh lebih baik dibanding tahun lalu.

Berbeda dengan sebelumnya dimana kebakaran hutan seperti dibiarkan membesar dulu baru kalang kabut. Tahun ini tidak demikian. Tahun ini kita bisa melihat respon yang sangat cepat ketika muncul titik api.
Jadi persoalannya bukanlah kebakaran hutan akan terulang lagi atau tidak, tetapi sejauh mana kita mampu mengatasinya.
Melihat cepatnya respon berbagai pihak terhadap munculnya kebakaran hutan ini, kita bisa berharap tak ada lagi asap tak akan seperti tahun lalu. Dan optimisme itu harusnya benar karena data hingga saat ini sudah terjadi penurunan kebakaran hutan hingga 74% dibanding tahun lalu.
Dan optimisme itu harusnya benar karena data hingga saat ini sudah terjadi penurunan kebakaran hutan hingga 74% dibanding tahun lalu.
Meskipun begitu bukan berarti tak ada yang bisa di kritisi. Sebab semangat presiden belum menjadi semangat pemerintah daerah. Sebab masih saja ada yang seperti ini.
| TNI Berang Pemprov Riau Gelar Pelatihan Kebakaran Hutan di Hotel.|

Maka kita teringat kembali pada kejadian konyol yg dihadapi Jokowi tahun lalu ini.
Jadi yang dihadapi Jokowi dalam mencegah terulangnya bencana asap tahun lalu itu jauh lebih kompleks dari yang kita bayangkan.

Yang dihadapi pemerintahan Jokowi rupanya bukan sekedar para pembakar hutan, melainkan juga oknum-oknum di pemerintahan.
Yang dihadapi Jokowi itu antara lain adalah para oknum-oknum di pemerintahan daerah dan politikus di daerah. Terlepas dari semua itu kita harus fair dalam menilai.
Kita harus apresiasi presiden Jokowi jika programnya berhasil. Janganlah kita cuma ramai protes ketika bencana asap terjadi, tetapi sepi pura-pura lupa ketika bencana tak terulang.
Sebab untuk mencegah terulangnya bencana asap seperti tahun lalu itu bukanlah pekerjaan yang ringan dan sederhana.
Jadi marilah kita ramai-ramai kritik Jokowi jika bencana asap terulang dan mari kita apresiasi ramai-ramai jika bencana tak terulang.
Saat genting antara bulan Agustus hingga Oktober nanti. Apakah bencana asap akan terulang lagi atau tidak?
Jika bencana asap tak terulang lagi maka inilah salah satu prestasi pemerintahan Jokowi. Jangan malu-malu untuk mengakuinya.
Sekian kultwit kami. Mari berdoa & berharap kerja keras pemerintahan Jokowi mencegah dan mengatasi bencana asap berhasil.
Source. twitter.com Kultwit @PartaiSocmed – Pakar pengamat dunia politik di negri Indonesia
Source link
0 Response to "Jokowi Dan "Kutukan Asap" Di Negri Pertiwi"
Posting Komentar