BACAKABAR.com – Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid menolak partainya disebut tidak mendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) karena pertimbangan suku, ras, agama, dan antargolongan (SARA).
“Kami tidak memaknai Pilkada DKI (Pilgub DKI) sebagai pertarungan suku, ras, agama, dan antargolongan melainkan semangat besar menghadirkan Jakarta yang lebih baik,” kata Hidayat.
Menurutnya, Jakarta berhak mendapatkan gubernur yang lebih baik karena ibu kota Indonesia dan sudah sepatutnya harus lebih baik daripada daerah lain.
“Kami berharap pilkada berjalan dengan baik dan untuk kandidat yang diusung PKS saat ini masih menjalin komunikasi dengan sejumlah partai politik,” ujar Hidayat.
“Hingga saat ini koalisi kekeluargaan belum sampai pada tingkat memutuskan siapa yang akan diusung, tapi memang Gerindra secara resmi sudah mengusung Sandiaga Uno dan PKS memungkinkan untuk bisa mendukungnya,” ujar dia.
Terkait langkah Ahok yang menggugat ketentuan harus cuti ke Mahkamah Konstitusi ia menilai hal itu suatu pertunjukan yang tidak elok. Menurutnya, aturan yang tercantum dalam UU tersebut dibuat berdasarkan persetujuan partai yang mendukungnya saat ini.
“Hanura, Nasdem mendukung keharusan cuti saat kampanye pilkada dan itu ditandatangani oleh Presiden Jokowi, seharusnya Ahok menghormati itu,” ujarnya.
“Karena Ahok ingin one man show, ia gagal membuat sistem dan jangan-jangan apa yang dikhawatirkan banyak orang benar bahwa Ahok ingin membentuk birokrasi memenangkan dirinya pada Pilkada DKI Jakarta ,” katanya.
loading…
Source link

0 Response to "Bukan Karena Tionghoa dan Kristen, Ini Alasan PKS Ogah Dukung Ahok"
Posting Komentar