Media Online Antara – Politisi dari Partai Gerindra, Bambang Haryo mengungkapkan peran Pemerintah yang harus bertanggung jawab atas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kini telah menyebar di sebagian wilayah Indonesia, terdapat sekitar 200 titik api yang telah terdeteksi di Kalimantan Barat.
Langkah-langkah yang harus diambil pemerintah agar mencegah karhutla ini, menurut Bambang Haryo adalah dengan menyiapkan peralatan infrastruktur pencegahan dan penanggulangan.
“Presiden Jokowi sangat paham karena beliau lulusan sarjana kehutanan. Pencegahan kebakaran hutan tidak boleh melalui darat dengan prosedur tidak benar, karena ini yang memadamkan kebakaran tidak menggunakan peralatan memadai, masker oksigen, penutup mata sehingga tidak kuat bahkan rawan terhadap kecelakaan selama memadamkan di hutan tersebut,” paparnya, (29/8).
![]() |
| Jokowi saat meninjau kebakaran hutan di Kalimantan tahun 2015 lalu |
Ia juga menegaskan bahwa tahun 2016 ini tidak ada karhutla sesuai dengan janji Jokowi, dan kenyataannya saat ini janji tersebut hanyal omong kosong. Karena anggaran Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLH) diperkecil dan membuat pemahaman penanggulangan pencegahan hutan kecil karena SDM yang terbatas.
“Dan bila tidak diatasi, kebakaran hutan tahun ini akan jauh lebih besar daripada tahun lalu yang telah memakan korban, baik manusia, hutan seluas 3,5 juta hektar serta fauna yang ada di dalam hutan,” pungkas Bambang.
Janji pemerintah yang akan menangkap pembakar hutan dianggap Bambang sebagai omong kosong, yang mana pada tahun 2015 lalu jumlah titik api di Indonesia lebih dari 3.000 titik dan telah menyebar di seluruh kepulauan Indonesia, apalagi dengan terbakarnya sekitar 7.000 hektar hutan Perhutani, akan tetapi penahanan terhadap pelakunya tidaklah banyak.
“Ini bukti bahwa kebakaran hutan bukan karena dibakar seperti yang dikatakan oleh Pemerintah. Sebaiknya Pemerintah tidak perlu mengkambing hitamkan rakyat, yang terpenting adalah melaksanakan tugas tanggung jawabnya sesuai UU. Kita bisa belajar dari negara tetangga Malaysia untuk pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan. Walaupun hutan di Malaysia hanya sekitar 1/4 luas hutan wilayah di Indonesia, tapi infrastrukturnya jauh lebih baik dari Indonesia,” jelasnya.(SR)
loading…
Source link

0 Response to "Perkataan Politisi Gerindra ke Jokowi ini bagaikan Kabut Asap yang membuat Dada Sesak dan Sulit Bernapas!!"
Posting Komentar