Media Online Antara – Masyarakat saat ini tidak megitu merasakan kehadiran partai politik, karena Partai saat ini tengah sebuk mendapatkan kekuasaan dan mencari koalisi, hal tersebut diutarakan oleh Peneliti senior PARA Syndicate Toto Sugiarto.
“Parpol hanya kasak-kusuk. Koalisi mengusung calon tanpa calon. Akhirnya layu sebelum berkembang,” ujar Toto saat diskusi di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta, kemarin.
Kritikan tajam saat ini kembali menerpa Parpol soal kaderisasi dan keberpihakan pada rakyat, parpol saat ini dapat dikatakan menampakkan diri ketika menjelang pesta demokrasi saja, baik nasional ataupun lokal.
Toto menjelaskan hal tersebut terjadi karena tidak adanya kader parpol yang pantas untuk di usung saat pemilu dan sebagai wadah pendidikan politik, partai politik tidak menjalankan fungsinya.
![]() |
| Disaat Pemilu dan Pilkada, Parpol bertebaran, setelah itu menghilang seperti avatar |
“Itulah yang munculkan politik ketakutan. Sudah tahu kekuasaan itu enak, mereka tidak siap kehilangan kekuasaan. Padahal, politik di mata Jokowi adalah pengabdian, begitu persepsi kami dari luar,” tandasnya.
Karena itu Toto menuturkan akibatnya adalah partai politik tidak lagi memandang politik sebagai bentuk pelayanak pada rakyat, malah ada beberapa kelapa daerah yang hanya menikmati kekuasaannya sebagai keuntungan pribadi.
“70 persen kepala daerah itu masuk penjara karena korupsi. Bukan untuk pelayanan masyarakat. Bukan untuk kebaikan luhur. Tidak ada landasan filosofis dan etika yang baik,” pungkasnya.
Pada masa menjelang pesta demokrasi seperti di Pilkada DKI Jakarta ini, Toto menduga partai tidak siap untuk kalah dalam pertarungan politik. Dan aktivitas politik hanya bertujuan untuk mengejar kekuasan.
“Politik masih perebutan kursi karena itu sangat takut kehilangan kursi. Maka, demokrasi itu jadi sandera oleh kepentingan sempit sesaat,” jelas Toto.
Partai saat ini terkesan belum memberikan pelayanan pada publik dalam bentuk politik yang luhur, hal tersebut sangat disayangkan oleh Toto.
“Tidak ada landasan filosofis dan etika yang baik. Parpol hanya kasak-kusuk,” tegasnya.(SR)
loading…
Source link

0 Response to "Disaat Pemilu dan Pilkada, Parpol bertebaran, setelah itu menghilang seperti avatar!!"
Posting Komentar