Berita Metropolitan – ‘’Waktu itu saya tidak bawa paspor,’’ kata Ima melanjutkan dirinya beberapa bulan tinggal di rumah penampungan kaum gelandangan, Ima akhirnya tinggal di rumah layak dan bekerja di CAST.
Agar paspornya dikembalikan sang majikan, Ima berpura-pura pulang ke Indonesia. Ditemani seorang agen FBI, Ima bertemu majikannya di Bandara LAX.
‘’Saya juga dipasangi alat penyadap untuk merekam seluruh pembicaraan,’’ tutur Ima dengan bahasa Inggris yang rapi.
Singkat cerita, sang majikan memberinya tiket pesawat sekali jalan ke Tanah Air dan berjanji hendak mengirim uang gajinya, setelah Ima tiba di Malang, Jawa Timur. Tapi sang majikan tak pernah membayar gaji Ima karena ia tak pulang ke Malang.
“Saya hanya masuk ke ruang di dalam bandara dan keluar lagi,” kata Ima yang akhirnya tidak mau menuntut majikannya yang berlaku kasar itu.
Menurut dia FBI tidak bisa menahan majikannya, karena Ima tidak menuntutnya.
“Prosesnya cukup berbelit dan membutuhkan saksi mata yang jelas. Dan aksi kekerasan itu terjadi di dalam rumah tanpa diketahui banyak orang. Lagipula bekas-bekas luka saya dianggap kurang menunjukkan luka serius, meski terdapat bekas luka di kepala,” ia berkisah.
Ima tetap tegar. Sebaliknya, karier dia sebagai aktivis makin menanjak dan berhasil diundang ke berbagai pertemuan tingkat tinggi di Washington DC.
Source link

0 Response to "Cewek Asal Malang ini Dulu Korban Penganiyaan, Kini Anggota Penasehat Obama"
Posting Komentar